Datang Jadi Sopir Pulang Bawa Franchise

Tidak semua perjalanan tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri berujung dengan penderitaan. Banyak juga kisah sukses mengenai pahlawan devisa ini di berbagai Negara.

Sepuluh tahun mencari Dollar di negeri Paman Sam benar-nbenar menjadibahan pembelajaran bagi seorang Ali Assegaf. Mamak begitu ia sering disapa datang sebagai TKI mandiri ke Amerika Serikat, seperti kebanyakan pendatang di sana.

Dia pun bekerja serabutan, mulai dari sopir, buruh pabrik, hingga pegawai restoran pernah dilakoninya. Dari pengalaman kerja inilah, ia mengenal banyak orang dari pelbagai kalangan, termasuk para pejabat Konsulat Republik Indonesia di Los Angeles Kemampuan melobi dan pergaulannya yang luas sehingga ia dipercaya menjadi tenaga profesional di Indonesia Tourism Centre (ITC) selama 5 tahun. ITC sendiri lembaga promosi pariwisata di bawah Departemen Pariwisata RI yang berkantor di Konsulat Jenderal RI Los Angeles, California.

Selain itu, ia sempat mengelola usaha tiket bersama istrinya yang berkebangsaan Filipina. Bahkan pada tahun 90-an ia terhitung orang Indonesia pertama yang membuka usaha penjualan tiket. Tak heran, mulai para pejabat Konjen RI hingga TKI yang mau pulang ke tanah air, menjadi pelanggannya.

Tahun 2002 Ali memutuskan untuk pindah ke Indonesia, ia telah mengantongi izin pendidikan bahasa Inggris dari amerika yaitu English Language School Center (ELC). Dengan izin itu kini ia bisa membuka dan memberikan izin bagi siapa saja yang akan membuka kursus bahasa Inggris dengan kurikulum standar Amerika.

Kini sehari-hari ia mengelola kursus ELC di kawasan Jakarta Selatan. Untuk menjaga kualitas pengajaran tak tanggung-tanggung ia merekrut ekspatriat dari Eropa dan Amerika .

Kegundahan melihat nasib TKI membuat ia tergugah untuk mengadakan pelatihan peningkatan karir bagi mereka. Ia berencana membuat tiga modul pelatihan TKI, yaitu pelatihan TKI untuk Penata Laksana Rumah Tangga (PRLT), pelatihan TKI untuk babbysitter, dan pelatihan TKI untuk terapi kesehatan.

Dengan digulirkannya program ini diharapkan nanti TKI yang dikirim ke luar negeri naik martabatnya dan tidak selamanya menjadi PRLT. Peningkatan jenjang karir TKI ini status mereka pun berubah dari TKI informal ketika babysitter, mereka sudah menjadi TKI formal.

(Rahmat Saepulloh/jpnn)

sumber : http://www.karir-up.com/2008/11/datang-jadi-sopir-pulang-bawa-franchise/

%d blogger menyukai ini: