Inilah Daftar 100 Penunggak Pajak Terbesar

JAKARTA, DPR telah menerima daftar nama 100 penunggak pajak kemarin. Wakil Ketua Komisi XI DPR Melchias Marcus Mekeng mengatakan akan membentuk panitia kerja dan memanggil para penunggak pajak untuk dimintai keterangan soal tunggakan pajaknya. Inilah Daftar 100 Penunggak Pajak Terbesar.

1. Pertamina (Persero)
2. Karaha Bodas Company LLC
3. Industri Pulp Lestari
4. Badan Penyehatan Perbankan Nasional
5. Kalimanis Plywood Industries
6. Siemens Indonesia
7. Angkasa Pura II (Persero)
8. Bentala Kartika Abadi
9. Daya Guna Samudera Tbk
10. Direct Vision Baca lebih lanjut

Kentut Berujung ke Pengadilan

TEMPO Interaktif, Jakarta – Hati-hati dengan kentut anda, bukan tidak mungkin berujung ke pengadilan sebagaimana kasus di rumah susun ini. Kisah ini berawal saat Omy Busytoni berada di rumah susun di kawasan Terminal Harjamukti, Kota Cirebon, pada 27 Juli lali.

“Saat itu saya dan teman saya tengah berbincang,” katanya. Tiba-tiba perutnya terasa sakit. Omy mengaku benar-benar ingin kentut.

Tak enak ada temannya, Omy pun keluar kamar menuju lorong rusun. Di tempat itulah ia buang angin.

Nahas, ternyata ada seorang penghuni bernama Hotmin Sitohang yang mendengar kentut Omy. “Padahal jarak saya dan dia jauh, sekitar 12 meter,” kata Omy.

Tak terima, Hotmin pun menegur Omy sambil mencekik leher Omy. Omy berusaha melepaskan cekikan dengan menggigit tangan Hotmin. Kejadian itu diperparah dengan kehadiran Yurmina Samosir, istri Hotmin. Melihat tangan suaminya digigit Omy, ia pun balas menggigit Omy.

“Saya tidak terima dengan perlakuan Hotmin dan istrinya, jadi saya pun melapor ke polisi,” kata Omy.

Sedang versi Yurmina Samosir, saat itu Omy sangat arogan. “Dia justru balik marah denga sikap arogan,” kata Yurmina. Bahkan Omy pun, lanjut Yurmina, sempat bilang, “Kentut, kentut saya, apa urusan kamu.” Padahal, Omy sendiri bukan penghuni tetap rusun itu.

Yurmina pun mengaku sudah berusaha untuk berdamai. “Tapi ganti rugi yang diminta mahal sekali, sampai Rp 6 juta,” katanya. Ia dan suaminya hanya mampu membayar Rp 400 ribu. “Uang dari mana, kami ini hanya pemulung,” katanya.

Ketua majelis hakim, Setiadi, sempat menawarkan perdamaian saat persidangan pertama, Kamis (3/12), untuk meringankan Hotmin dengan cara meminta maaf kepada Omy. Namun Hotmin tetap enggan meminta maaf karena beranggapan dirinya sudah menjadi korban penganiayaan.

Bahkan, Hotmin pun sudah melaporkan balik Omy ke polisi dengan tuduhan penganiayaan. Nah… panjang kan urusannya.

IVANSYAH

Pemerintah Prioritaskan 15 Program Pada 100 Hari Pertama

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan dalam 100 hari pertama pemerintahanya akan mempriotitaskan 15 program pilihan. Hal itu putuskan dalam rapat kabinet yang berlangsung sekitar 6 jam dan diikuti oleh hampir seluruh anggota kabinet.

Menurut presiden, sebenarnya rapat tersebut menghasilkan 45 program aksi yang harus dilaksanakan pemerintahan mendatang.”Saya menetapkan 15 diantaranya disebut dengan program pilihan yang ini lebih mendesak untuk betul-betul kita laksanakan pada 100 hari ini,” kata presiden saat memberikan keterangan pers usai rapat kabinet di kantor presiden, Kamis (05/11).

Presiden menyatakan program 100 hari adalah penggalan penting dalam jalanya pemerintahan lima tahun mendatang. “Saya tetapkan hari ini program itu agar 100 hari pertama kita bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang penting agar 1 tahun pertama pemerintah ini juga mencapai banyak hal,” katanya.

Inilah 15 program yang akan diprioritaskan dalam 100 hari pemerintahan SBY-Boediono. Baca lebih lanjut

Seekor Tokek Laku Miliaran Rupiah

tokekBEBERAPA bulan terakhir, santer beredar kabar bisnis tokek sedang booming. Konon, harga tokek ukuran satu kilogram bisa mencapai miliaran rupiah. Lantaran untungnya memang besar, banyak orang menjajal bisnis ini. Tapi jangan keburu tergiur dulu, bisnis ini masih serba gelap.

Memang hampir tak bisa dipercaya. Tapi, simaklah penuturan Sudarmono. Sejak dua bulan lalu, ia terjun ke bisnis ini. Caranya, dengan menjadi perantara jual beli tokek. Ia yakin, peminat binatang ini menghargai seekor tokek dengan harga cukup fantastis. Baca lebih lanjut

Kapal Perang Malaysia Kembali Dekati Blok Ambalat

Setelah Pulau Sipadan dan Ligitan, Malaysia kembali ingin merebut Blok Ambalat yang kaya akan minyak dan ikan?,  lebih lanjut baca beritanya yang dikutip dari DetikNews berikut :

Samarinda – Pesawat pengintai strategis berjenis Boeing 737 milik TNI-AU berhasil mendeteksi 17 kapal berbendera Malaysia di perairan batas terluar blok Ambalat, Kalimantan Timur (Kaltim). Salah satu diantaranya adalah kapal perang patroli Jerong milik Tentara Diraja Malaysia.

Diduga kuat Malaysia juga meningkatkan intensitas patrolinya setelah sebelumnya sempat diusir dengan KRI Untung Surapati milik TNI AL saat memasuki blok Ambalat. Demikian disampaikan Danlanud Balikpapan Letkol Penerbang Agus Pandu Purnama saat dihubungi detikcom, Sabtu (30/05/2009).

“Pergerakan kapal perang Malaysia pada batas terluar blok Ambalat sempat kita rekam melalui foto udara,” kata Pandu.

Dikatakan Pandu, kapal Malaysia tersebut terekam Jumat (29/05/2009) kemarin. Kapal perang patroli Malaysia terdeteksi dengan kecepatan 15 knot per jam dengan titik koordinat 04.10 utara-118.00 timur mengarah ke blok Ambalat sekitar pukul 02.28 UTC atau pukul 09.28 WIB.

Sebelumnya,kapal perang patroli milik Malaysia tersebut tidak pernah terdeteksi. “Kami sedikit heran karena memang selama kami patroli kapal perang patroli Malaysia itu tidak pernah ada, apalagi mendekati blok Ambalat,” ujar Pandu.

Dijelaskan Pandu, selain TNI AL, TNI AU juga rutin melakukan pengawasan udara dengan sandi operasi Tameng Camar. Selain pesawat pengintai strategis, TNI AU juga mengerahkan 3 pesawat tempur, yakni F-16 dan F-5 Tiger buatan Amerika serta Sukhoi 27/30 buatan Rusia. Satuan Radar 225 Lanud Tarakan juga akan terus memantau situasi blok Ambalat hingga ujung Ambalat pada pos laut Karang Menarang dan melaporkannya ke pusat Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional.

“Memang kapal Malaysia seringkali masuk blok Ambalat dalam wilayah NKRI. Kalau tetap saja begitu, pesawat sergap dari Lanud Makasar dan Lanud Madiun harus ikut mengusir kapal itu,” tutup Pandu.

Sebelumnya, pada Senin (25/5/2009), Kapal perang TNI AL, KRI Untung Surapati-872 berhasil mengusir kapal perang Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) KD Yu-3508 yang mencoba memasuki wilayah kedaulatan Republik Indonesia di perairan Blok Ambalat. Dari catatan TNI AL, diketahui sejak Januari-April 2009 kapal milik tentara Malaysia sudah masuk perairan Indonesia sebanyak 9 kali.

Sumber : DetikNews

detikcom : Fatwa Haram Internet, dari Facebook Sampai YouTube

title : Fatwa Haram Internet, dari Facebook Sampai YouTube
summary : Bukan hanya Facebook yang pernah mendapatkan cap \’haram\’ dari pemuka agama, produk perkembangan teknologi lain pun pernah divonis haram. Apa saja dan bagaimana kisahnya? (read more)

Dalam 5 Bulan, 4 Pesawat TNI Alami Kecelakaan

Jakarta – Jatuhnya pesawat Hercules C 130 i di Magetan, Jawa Timur, Rabu (20/5/2009) sungguh mengenaskan. Lebih dari 90 orang tewas akibat peristiwa itu. Padahal belum lama ini kecelakaan serupa juga menimpa Hercules.

Dalam tragedi Magetan itu, tidak hanya penumpang yang menjadi korban. Warga Magetan yang rumahnya tertimpa badan pesawat pun ikut menjadi korban. Data Departemen Kesehatan (Depkes) menyebut, 93 orang tewas dan belum semuanya teridentifikasi.

Kecelakaan tragis ini merupakan kecelakaan keempat yang terjadi pada alat utama sistem senjata (alutsista) TNI dalam kurun waktu 5 bulan di tahun 2009. Sebelumnya pada 11 Mei 2009, kecelakaan yang menimpa pesawat Hercules juga telah terjadi.

Beruntung, kecelakaan yang terjadi di Bandara Wamena, Papua itu tidak terlalu parah. Hercules yang mengangkut logistik Pemilu 2009 itu hanya tergelincir saat hendak mendarat.

3 Roda pesawat milik TNI AU itu rusak sedang 1 lainnya terpental hingga 1 km. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Beberapa penumpang hanya luka-luka.

Kecelakaan pesawat TNI juga terjadi pada 6 April 2009. Peristiwa ini juga sangat memilukan karena seluruh penumpang dan kru pesawat jenis Fokker-27 itu tewas. 18 personel pasukan khas (Paskhas) TNI AU dan 6 kru pesawat tewas di kecelakaan yang terjadi di Pangkalan Udara Hussein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat itu.

Sebelum jatuh, pesawat tersebut menabrak hangar Lanud Hussein Sastranegara. Jatuhnya Fokker itu juga membuat beberapa pesawat yang sedang parkir di hangar rusak.

Pada 7 Maret 2009, kendaraan milik TNI juga mengalami celaka. Helikopter milik TNI AD mendarat darurat di tambak udang di Semarang Barat, Jawa Tengah. Pesawat berpenumpang 2 orang itu rusak berat. Beruntung dua penumpang selamat dan hanya luka-luka.

sumber : detikNews